Senin, 08 April 2013

INOVASI MANUSIA

Energi surya adalah energi yang didapat dengan mengubah energi panas surya (matahari) melalui peralatan tertentu menjadi sumber daya dalam bentuk lain.
Energi surya menjadi salah satu sumber pembangkit daya selain air, uap,angin, biogas, batubara, dan minyak bumi.
Teknik pemanfaatan energi surya mulai muncul pada tahun 1839, ditemukan oleh A.C. Becquerel. Ia menggunakan kristal silikon untuk mengkonversi radiasi Matahari, namun sampai tahun 1995 metode itu belum banyak dikembangkan. Selama kurun waktu lebih dari satu abad itu, sumber energi yang banyak digunakan adalah minyak bumi dan batu bara.
Upaya pengembangan kembali cara memanfaatkan energi surya baru muncul lagi pada tahun 1985  silikon yang dipergunakan untuk mengubah energi surya menjadi sumber daya mulai diperhitungkan sebagai metode baru, karena dapat digunakan sebagai sumber daya bagi  satelit angkasa luar.

Panel surya adalah alat yang terdiri dari sel surya yang mengubah cahaya menjadi listrik. Mereka disebut surya atas Matahari atau "sol" karena Matahari merupakan sumber cahaya terkuat yang dapat dimanfaatkan. Panel surya sering kali disebut sel photovoltaic, photovoltaic dapat diartikan sebagai "cahaya-listrik". Sel surya atau sel PV bergantung pada efek photovoltaic untuk menyerap energi Matahari dan menyebabkan arus mengalir antara dua lapisan bermuatan yang berlawanan.

Jumlah penggunaan panel surya di porsi pemroduksian listrik dunia sangat kecil, tertahan oleh biaya tinggi per wattnya dibandingkan dengan bahan bakar fosil - dapat lebih tinggi sepuluh kali lipat, tergantung keadaan. Mereka telah menjadi rutin dalam beberapa aplikasi yang terbatas seperti, menjalankan "buoy" atau alat di gurun dan area terpencil lainnya, dan dalam eksperimen lainnya mereka telah digunakan untuk memberikan tenaga untuk mobil balap dalam kontes seperti Tantangan surya dunia di Australia.

Sekarang ini biaya panel listrik surya membuatnya tidak praktis untuk penggunaan sehari-hari di mana tenaga listrik "kabel" telah tersedia. Bila biaya energi naik dalam jangka tertentu, atau bila penerobosan produksi terjadi yang mengurangi ongkos produksi panel surya, ini sepertinya tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

 



"inovasi dari saya ialah dengan memanfaatkan dari tenaga surya atau tenaga matahari untuk membuat suatu panggung musik atau yang lainnya, dengan pemanfaatan ini kita dapat menggunakan bahan ramah lingkungan bahkan dari sis penempatan bisa sangat pleksibel atau bisa d tempatkan dimana saja asal terkena matahari langsung. hanya saja semua komponen dalam pemakaian panel surya ini membutuhkan biaya yang cukup mahal tapi banyak juga sisi positif dari PANEL SURYA ini"

Kamis, 31 Januari 2013

MEMASANG ANTENA PARABOLA

Sebetulnya saya posting artikel ini dengan sedikit ragu-ragu antara ya dan tidak, karena pengalaman saya masih sedikit tetang pemasangan antena parabola. Sekitar 2 minggu sebelum postingan ini saya mencoba menambah lnb antena parabola dirumah menjadi 4 n 1 (1 disk 4 lnb) sebelumnya baru 2 in 1 ( 1 disk 2 lnb). Saat itu saya dibantu oleh seorang teknisi kenalan saya yang lumayan berpengalaman karena sering dapat order belanja dan memasang antena parabola.
Tapi kali ini saya ingin berbagi pengalaman untuk pemasangan lnb yang 2 in 1 karena relatif lebih mudah di banding 4 in 1. Sasaran kita adalah satelit TELKOM 1 dan INDOSAT (PALAPA D/C). Jadi nantinya dua LNB tersebut akan kita set pada fokus kedua satelit tersebut.
Langkah-langkah yang dilakukan :
  1. Merakit disk tentunya yang kami rakit kebetulan disk solid 6 feed dengan label Venus ( untuk 4 in 1 kami sarankan memakai disk mesh dengan ukuran yang lebIh besar dari 6 feed)
  2. Memasang tiang fokus (stand fokus ada yang kaki 3 dan ada yang tunggal biasanya model lama)
  3. Memasang bracket atau dudukan LNB (kali ini 2 in 1 dan yang kami gunakan produk matrik.... lumayan lah kualitasnya dengan harga 65 rb sebiji dibanding merk T*N*K* )
  4. lihat gambar berikut.

  • Pasanglah kedua LNB-F pada kedalaman 40 derajat dengan posisi menghadap timur atau barat (tapi kali ini saya menggunakan 38 derajat)

  • Sambungkan LNB-F1 ke terminal LNB-A dan LNB-F2 ke terminal LNB-B dengan switch 0/22 Khz (biasa disebut diseq 2 in 1) dengan kabel jumper menggunakan konektor yang sesuai dengan terminal diseq tersebut. Kemudian sambungkan kabel dari receiver ke terminal pada switch atau diseq. (kabel yang kami gunakan merk Venus dan receiver matrix apple)
  • Setelah terakit semua naikan parabola ke tiangnya ( tiang sebaiknya benar-benar tegak anda bisa cek dengan lot bisa dg benang dikasih bandul batu. Kemudian gantung batu tersebut, tiang harus sejajar benang)
  • Program frekuensi siaran pada receiver pada Satelit PALAPA D/C(LNB-F1) dengan parameter 0/22 Khz = ON dan satelite TELKOM dengan parameter 0/22Khz = OFF. Ini bisa dilakukan setelah receiver terhubung dg TV. Buka menu dari receiver kita, pilih pengaturan program, lalu pilih pengaturan antena, kemudian anda rubah parameter2 tersebut sesuai ketentuan di atas.
  • Cara mudah tracking : bawa receiver anda ke tetangga yang memiliki parabola kemudian hubungkan receiver baru anda dan gunakan untuk auto scan sehingga semua chanel tersimpan direceiver baru anda. Ini memudahkan kita dibandingkan harus seting chanel secara manual. Tapi ini bisa dilakukan bila kofigurasi LNB kita sama dalam arti LNB1 PALAPA, LNB2 TELKOM. Karena bisa saja kita membuat kofigurasi sendiri di luar konfigurasi LNB dan diseq standar tersebut. Tapi belum perlu rasanya saya bahas disini karena akan membuat semakin bingung bagi pemula.
  • Kemudian hubungkan ke out diseq anda yang akan kita pointing ke arah kedua satelit tersebut.
  • kemudian lakukan pointing atau mencari arah satelit yang tepat.
  • Atur as elevasi menghadap utara selatan secara tepat (bisa dg panduan kompas)
  • kemudian atur nut adjust elevasi (skrup pengatur elevasi sebesar 78derajat untuk sekitar pulau jawa atau anda lihat pada link berikut untuk masing-masing wilayah.
  • Kita bisa menggunakan bantuan pesawat TV untuk pointing atau hanya receiver saja bagi yang sudah biasa.
  • Selanjutnya kita pilih chanel yang termasuk kuat misalnya TV one pada palapa dan TRANS pada telkom 1.
  • Kemudian atur arah disk dengan menggerakan arah barat atau timur sesuai arah satelit sehingga ditemukan sinyal keluar pada TV atau info sinyal dari receiver diperoleh sinyal terkuat dan chanel mau mengunci (lock). Arah antena parabola tetangga yang sudah terseting dengan benar bisa jadi panduan arah disk kita.
  • Bila sudah kita dapat chanel tersebut baut-baut pengatur kencangkan sedikit-sedikit, kemudian mulai menepatkan arah disk dg speeling baut yang lebih kecil pada chanel yang agak lemah macam RCTI dan Global.

Merekam audio analog pada PC menggunakan Jet Audio Player

Untuk merekam sinyal audio analog menggunakan PC banyak sekali cara yang bisa dilakukan. Tetapi kali ini saya ingin menawarkan trik sederhana menggunakan aplikasi yang sederhana pula. Saya yakin di antara pembaca pernah mencoba merekam sinyal audio dari cassette recorder ataupun sumber audio yang lain menggunakan aplikasi Jet Audio Player atau aplikasi lainnya. Dengan cara ini PC dengan spesifikasi rendahpun masih dapat digunakan.
Sebenarnya ini berawal dari keterbatasan media atau alat mengajar pada kompetensi Mengkonversi Sinyal Audio Analog menjadi Digital pada program keahlian Audio Video, sehingga muncul gagasan memanfaatkan cara ini.
Yang dibutuhkan adalah audio player, PC, aplikasi Jet Audio Player, jack stereo sebagai penghubung antara line out source audio analog ke panel belakang PC tepatnya line in sound card.
Cara mengoperasikan:
  • Jalankan aplikasi jet audio
  • Kemudian klik menu bar recording sehingga muncul menu perekaman atau recording seperti di bawah ini.
  • Pada menu source recording pilih line in bila kita memberikan masukan audio pada sound card line in pada PC.
  • Untuk penyimpanan data hasil rekaman bisa di atur pada menu target. Kita bisa memilih format audio, dan menempatkan file di drive atau folder mana akan disimpan.
Klik tombol start, pada saat itu juga mainkan sumber audio yang ingin kita rekam. Sumber audio bisa dari mixer, line out audio player, key board (alat musik) atau pre amp mic.
Untuk hasilnya lumayan lah… Tidak terlalu jelek…

MENGUKUR TEGANGAN AC DENGAN MULTIMETER

V. MENGUKUR TEGANGAN AC

Gunakan alas kaki kering terbuat dari bahan isolator sebagai pengaman minimal jika terjadi kejutan listrik. Ini perlu dilakukan bila dilakukan pengukuran tegangan AC yang dianggap besar. Sebelum melakukan pengukuran tegangan hendaknya kita sudah bisa memperkirakan berapa besar tegangan yang akan diukur, ini digunakan sebagai acuan menentukan Batas Ukur yang harus digunakan. Pemilihan batas ukur yang tepat hendaknya harus lebih tinggi dari tegangan yang diukur
contoh
: untuk pengukuran tegangan PLN, diketahui jenis tegangan-nya adalah AC dan besar tegangan adalah 220 VAC, sehingga batas ukur yang harus digunakan adalah 250 atau 1000. Jika tidak diketahui nilai tegangan yang akan diukur, pilih batas ukur tertinggi.
  • Colokan probe merah pada terminal (+), dan probe hitam pada terminal (-) pada multimeter.
  • Menentukan Batas Ukur pengukuran. Karena tegangan PLN secara teori adalah 220VAC maka kita arahkan selektor pada bagian VAC dengan Batas Ukur 250 atau 1000 (ingat Batas Ukur dipilih lebih besar dari pada tegangan yang akan diukur). Untuk pembahasan kita kali ini kita akan menggunakan Batas Ukur 250.
  • Dalam pengukuran tegangan AC posisi penempatan probe bisa bolak-balik.
  • Hubungkan kedua ujung probe (colokan) multimeter masing-masing pada dua kutub jalur tegangan PLN misalnya stop kontak.

  • Perhatikan saat melakukan pengukuran, jangan sampai ujung probe merah dan hitam saling bersentuhan, karena akan menyebabkan korsleting.
  • Dari pengukuran tersebut diperoleh penunjukan jarum sebagai berikut.
  • Cara menentukan pembacaan hasil ukur, rumus yang digunakan tidak berbeda saat kita menghitung hasil ukur tegangan DC.
BU = Batas Ukur
SM = Skala maksimum yang dipakai
JP = Jarum Penunjuk
VAC = Tegangan terukur
Pada pengukuran kita di atas Batas Ukur yang digunakan adalah 250 Vc dan Skala Maksimum yang digunakan 250, serta penunjukan jarum pada angka 200 lebih 4 kolom kecil yang mana masing kolom bernilai 5 sehingga bila kita jumlah menunjuk angka 220. dari data tersebut maka diketahui BU=250, SM=250 dan JP=220.
sehingga tinggal kita masukan ke rumus diatas sbb:
Vac = (250/250) 220
Vac = 220
Untuk penerapan pengukuran yang lain kita lakukan hal yang sama misalnya output trafo step down yang merupakan tegangan AC. Untuk mengukurnya tentukan batas ukur terlebih dahulu dengan mengacu pekiraan nilai yang tertera pada trafo tersebut. Kemudian sentuhkan ujung probe multimeter ke masing-masing terminal outpu trafo yang akan diukur. Tentu saja terminal trafo primer trafo harus terhubung tengangan PLN.

MENYULAP KAMAR JADI STUDIO REKAMAN PRIBADI

Bagi kita-kita yang seneng dengan musik apalagi punya bakat mengarang lagu ini merupakan alternatif yang menarik. Karena inspirasi kadang tidak bisa di duga datangnya. Dengan memiliki kamar yang sekaligus memiliki fasilitas rekam tentunya akan banyak membantu. Karena tanpa harus menunggu besok pagi kita bisa langsung menuangkanya ke dalam bentuk rekaman . Jika datangnya ide lagu pada saat tengah malam dan perasaan kita sedang in mood itu akan menjadikan lagu kita lebih in soul. ada alternatif nih....
Cara hemat mengubah ruang tidur menjadi studio rekaman pribadi.Agar kualitas rekaman di PC menjadi lebih bagus, terutama untuk pengambilan vokal, sulap saja kamar tidur menjadi kedap suara. Dijamin, kokok ayam tetangga, atau bebunyian tukang bakso tidak bakal masuk ke rekaman. Kami tunjukkan cara membuatnya dengan biaya yang ekonomis.

Lapisan DindingInilah kombinasi aneka material yang memiliki kemampuan meredam suara. Susun aneka material lapis demi lapis untuk membuat suara terserap secara efektif.
KAMAR KEDAP SUARA
  1. Sediakankan alat dan material: bor, paku, lem, glass wool, kayu reng, gipsum, karpet.
  2. Buat rangka dinding peredam berupa susunan kayu reng pola kotak-kotak. Besar masing-masing kotak kurang lebih 60 x 60 cm.
  3. Isi bagian dalam setiap kotak rangka dengan glass wool setebal 2 cm – 3cm.
  4. Tutup rangka dengan papan gipsum. Buat lubang ukuran3 mm pada permukaan dinding gipsum. Letak lubang boleh tidak beraturan.
  5. Tempelkan karpet di atas seluruh permukaan gipsum menggunakan paku dan lem.
  6. Lakukan langkah-langkah serupa untuk membuat peredam pada langit-langit kamar. Untuk lantai, pakai karpet tebal atau lantai parket.
PENDINGIN RUANGANAgar tambah nyaman meski tanpa ventilasi terbuka, pasanglah pendingin ruangan. Untuk ruangan 3 x 5 meter, cukup mengggunakan air conditioner 1/2 PK. Jangan pasang AC di atas perangkat elektronik.

SPESIFIKASI KOMPUTERUntuk mengubah PC menjadi studio musik, dengan menggunakan software Adobe Audition 1.5, butuh spesifikasi sebagai berikut:-Prosesor minimal Pentium III atau lebih-Sistem operasi Microsoft Windows 2000/XP dengan tambahan software DirectX-Memori 64 MB-Hard disk dengan ruang kosong minimal 75 MB. Sebaiknya, sih, siapkan sekitar 20 GB -untuk menampung koleksi musik ciptaan Anda-Kartu suara stereo. Minimal memiliki colokan Line-in/out dan mic-in-CD-RW drive untuk memutar dan memproduksi CD audio-Spiker-Mikrofon

ESTIMASI BIAYA PEMBUATAN KAMAR KEDAP SUARA
  1. 80 batang kayu reng @ Rp 12.500 Rp 1.000.000
  2. 4 rol glass wool @ Rp 265.000 Rp 1.060.000
  3. 20 lembar papan gipsum @ Rp 46.000 Rp 920.000
  4. 1 gulung karpet dinding @ Rp 525.000 Rp 525.000
  5. kaleng cat dinding Rp 50.000/kaleng 5 kg Rp 100.000
  6. Paku dan lem kayu Rp 100.000
    Total anda jumlah sendiri !
Estimasi biaya ini untuk ruang kedap suara ukuran 3 x 5 meter. Harga bisa berubah sesuai dengan kombinasi spesifikasi material peredam suara. Anda bisa melapisi lantai dengan parket kayu agar suara dari spiker lebih bagus, namun biaya akan meningkat.

AMPLIFIERSebelum masuk ke sound card, alat musik bisa dihubungkan ke amplifier agar mudah diatur kualitas suaranya. Amplifier bisa dipasang di antara PC & spiker untuk mengatur keluaran di spiker. Kini sudah banyak tersedia amplifier digital di pasaran dengan harga terjangkau.

SPEAKERUntuk mengedit musik, speaker jadi komponen penting. Karenanya, minimal gunakan 2 speaker yang bagus. Saran kami pilih speaker flat atau full range dan dilengkapi dengan volume box yang sesuai.
ALAT MUSIK
Setidaknya tersedia gitar atau keyboard untuk membuat nada. Instrumen bas dan drum bisa direkayasa dengan software.

MIXER
Jika olahan musik di PC masih kurang memuaskan, padukan lagu digital dengan instrumen yang direkam secara live dengan bantuan mixer digital, seperti Yamaha AW16G, yang sekaligus bisa mem-burning CD.

MEMILIH DAN MEMASANG ANTENA TV YANG EFEKTIF

Sering kita dibuat jengkel bila suatu saat sedang melihat suatu siaran TV tiba-tiba terganggu karena gambar atau suara siaran memudar penuh dengan semut. Hal ini terjadi terutama pada siaran TV yang menggunakan modulasi analog, misal pada siaran UHF atau VHF. Memang kecenderungan perkembengan teknologi elektronika mengarah ke system digital ini ditandai dengan maraknya operator siaran TV berlangganan. Bahkan perusahaan telekomunikasi yang ada di Indonesia mulai mencoba memasarkan jasa siaran TV kabel melalui jalur layanan internet. Siaran TV satelite yang biasa masyarakat sebut siaran parabola juga menghasilkan gambar dan suara yang bagus, tapi untuk dapat menikmatinya paling tidak harus mengeluarkan dana 1 juta rupiah guna membeli seperangkat sattelite receiver, reflektor, LNB dan rotater.
Tapi sampai saat ini Siaran TV (UHF dan VHF) analog masih menjadi favorit masyarakat karena lebih murah (gratis), dari sisi kualitas gambar dan suara tentu saja berbeda dengan system digital. Tapi ini bisa kita siasati dengan cara memaksimalkan RF TV yang kita terima dari pemancar ke antena, booster sehingga sampai TV mutu gambar dan suara lebih memadai.
Berikut trik-trik tersebut :
  1. Pilih antena deret (yagi) yang memiliki elemen lebih banyak atau panjang, karena dengan director yang panjang akan di peroleh gain atau penguatan lebih besar. Selain itu penembakan arah dari pemancar lebih tepat dan interferensi dari pantulan gedung bertingkat atau bukit lebih sedikit mempengaruhinya. Yang menjadi favorit saya antena UHF DX yang original (katanya impor Jepang), dari sisi ketepatan resonansi dan bahannya yang benar berkualitas.
  2. Gunakan kabel coaxial 75 ohm yang memiliki loses (attenuation) daya kecil, contoh RG7 , RG-6 dengan attenuation sekitar 5 db/100 feet pada frekuensi 750Mhz, atau bahkan RG11 dengan attenuation sekitar 3,6 db/100 feet (cuma repot masangnya diameternya terlalu besar) . Kalau menyebut merek bolehlah Belden atau Kitani (produk indonesia). Jika susah carinya atau terlalu mahal untuk dua merek tersebut bisa anda cari kabel sejenis dari merek lain asalkan berkualitas bagus (serabutnya rapat, diameter konduktor tengahnya 1 mm, konduktor tersebut benar2 dari tembaga asli bukan sepuhan). Untuk mengecek cukup anda kupas ujung kabel tersebut konduktor tembaga serabut berwarna kuning kecoklatan, sedang konduktor yang tengah dapat anda kikir atau kerok pakai gunting, jika tembaga asli warna kuning kecoklatan sampai kedalam. Jika kabel tersebut hanya sepuhan kawat pejalnya tengahnya bukan tembaga melainkan alumunium yang disepuh tembaga, pasti dalamnya putih.
  3. Untuk panjang kabel antara antena dan booster sebaiknya sekitar 1,5 meter tanpa adanya gulungan.
  4. Bila jarak pemancar agak dekat dan penguatan daya RF terlalu besar anda bisa mengurangi trimpot UHF Gain menjadi lebih kecil. Tapi bila jangkauanya jauh anda bisa atur pada posisi maksimal.
  5. Tinggi antena maksimal 15 meter jangan lebih.
  6. Pastikan seluruh konektor terhubung dengan sempurna dan benar(biasanya pengkabelan booster, antena di sertakan petunjuknya).
  7. Gulungan sisa kabel secara tidak langsung juga menurunkan daya RF meskipun kecil.
  8. Yang paling akhir adalah menentukan arah antena yang tepat di mana pemancar berada, biasanya untuk penerimaan yang jauh dari pemancar sudut deviasi menjadi lebih kecil. Artinya sekelompok pemancar dari kota tertentu bila diterima dengan jarak yang agak jauh masing-masing pemancar berada pada arah antena yang sama.


OK selamat mencoba!!!!!......

Cara Menguji Komponen Dengan Multimeter

Secara umum, para montir elektronik ketika menguji komponen menggunakan bantuan multimeter dalam bekerja. Dengan alat ini dapat diketahui baik atau tidaknya suatu komponen. Pengujian sebelum perakitan sangat penting karena komponen yang dipasang / solder dan dihubungkan dalam keadaan baik semula. Sedangkan bagi para pemula, pengujian dengan multimeter bisa dilakukan. Tetapi belum semuanya mengetahui cara-caranya.



1. Menguji Kondensator
Caranya adalah dengan langkah-langkah berikut di bawah ini:
  1. Mula-mula saklar multimeter diputar ke atas. Tanda panah ke atas tepatnya R x Ohm
  2. Kalibrasi sampai jarum multimeter menunjukkan angka nol tepat saat dua colok (+) dan colok (-) dihubungkan. Putar adjusment untuk menyesuaikan.
  3. Hubungkan colok (-) dengan kaki berkutub negatif kondensator, sedangkan colok (+) dengan kaki positif kondensator. Lihat jarum. Apabila bergerrak dan tidak kembali berarti komponen tersebut masih baik. Jika bergerak dan kembali tetapi tidak seperti posisi semula berarti komponen rusak. Dan apabila jarum tidak bergerak sama sekali dipastikan putus.

2. Menguji Resistor / Tahanan Tetap
Walaupun komponen ini tidak memiliki kutub negatif dan positif tetapi dengan multimeter kita akan menguji kualitasnya. Tidak menutup kemungkinan adanya kerusakan yang disebabkan oleh beberapa faktor, salah satu diantaranya karena terbakar/korsleting karena tidak tahan menahan arus yang lebih besar dari nilainya.
Untuk mengujinya dengan multimeter kita boleh membolak-balik kaki resistor ataupun sebaliknya membolak-balik colok (+) dan colok (-).
Langkah-langkah pemeriksaan resistor:
  1. Memutar saklar sampai pada posisi R x Ohm.
  2. Kalibrasi dengan menghubungkan colok (+) dan colok (-). Kemudian memutar penyetel sampai jarum menunjuk pada angka nol (0). Atau putar control adjusment untuk menyesuaikan.
  3. Setelah itu kita hubungkan pencolok (+) pada salah satu kaki resistor, begitu pula colok (-) pada kaki yang lain.
  4. Perhatikan jarum penunjuk. Apakah ia bergerak penuh atau sebaliknya jika bergerak dan tak kembali berarti komponen masih baik. Bila sebaliknya jarum penunjuk skala tidak bergerak berarti resistor rusak.
  5. Komponen resistor yang masih baik juga bisa dinilai dengan sama atau tidak nilai komponen resistor yang tertera pada gelang-gelang warnanya dengan pengukuran melalui multimeter.
3. Menguji variabel kondensator
Menguji variabel kondensator bukan bertujuan untuk mengetahui tingkat kebocoran. Hal ini disebabkan ia tidak terbuat dari bahan-bahan seperti layaknya yang dipakai dalam pembuatan elco, kondensator keramik dan lain sebagainya.
Tujuan pengujian ini hanyalah untuk mengetahui hubungan/kontak langsung antara rotor dan stator. Jika keduanya berhubungan maka tidak dapat dipakai karena korsleting sehingga menimbulkan suara gemerisik pada radio. Biasanya varco ang demikian dapat diketahui dengan cara memutar-mutar varco guna memperoleh signal (gelombang) dan diiringi suara gemerisik yang lebih tajam dari suara pancaran pemancar.
Untuk mengetahui tingkat korsleting pada sebuah varco adalah dengan :
  1. Pertama-tama memutar saklar multimeter pada posisi R x Ohm atau 1x dan K.
  2. Kalibrasi seperti biasa.
  3. Hubungkan colok (-) dan colok (+) pada masing-masing kaki.
  4. Putar rotornya. Apabila jarum tak bergerak sama sekali berarti varco dalam keadaan baik. Jika bergerak-gerak maka komponen ini terjadi kontak langsung/korsleting.
4. Menguji Dioda
Komponen ini memiliki sepasang kaki yang mana masing-masing berkutub negatif dan positif. Oleh karena itu dalam menguji nanti hendaknya dilakukan dengan benar dan cermat. Tujuan pengujian alat ini adalah untuk mengetahui tingkat kerusakan akibat beberapa hal . Pada dioda yang pernah dipakai dalam suatu rangkaian biasanya disebabkan besarnya tekanan arus sehingga tidak mampu ditahan dan diubah menjadi DC.
Cara pengujian:
  1. Saklar diputar pada posisi Ohmmeter, 1x dan Kalibrasi.
  2. Hubungkan colok (-) dengan kaki negatif (anoda) dan colok (+) dengan kaki positif (katoda).
  3. Kemudian pindahkan pencolok (-) pada kaki anoda dan colok (+) pada kaki katoda. Bila jarum bergerak berarti dioda tersebut rusak. Jika sebaliknya (tak bergerak) maka dioda dalam keadaan baik.
5. Menguji Transformator
Transformator saat kita beli harus dan wajib untuk kita check apakah masih baik dan berfungsi. Karena untuk trafo biasanya tidak diberi garansi apabila rusak setelah dibeli. Hal ini dimungkinkan adanya pemutusan hubungan di gulungan/lilitan sekunder atau primer.
Langkah-langkah:
  1. Putar multimeter saklar pada posisi Ohm 1x.
  2. Kalibrasi.
  3. Hubungkan colok (-) dengan salah satu kaki di gulungan primer, colok (+) pada kaki yang lain di gulungan primer. Bila jarum bergerak maka trafo dalam keadaan baik.
  4. Pada gulungan sekunder lakukan hal yang sama. Apabila jarum multimeter bergerak-gerak maka trafo dalam keadaan baik. Selisih nilai sama dengan selisih tegangan yang tertera pada trafo.
  5. Letakkan colok (-) atau colok (+) ke salah satu kaki di gulungan primer kemudian colok yang lain ke gulungan sekunder. Apabila jarum tidak bergerak maka trafo dalam keadaan baik, menandakan tidak adanya korsleting gulungan primer dengan sekunder dengan body trafo. Lakukan hal sebaliknya.
  6. Langkah terakhir, letakkan colok (-) atau colok (+) ke salah satu kaki di gulungan primer atau sekunder kemudian colok yang lain ke plat pengikat gulungan yang berada di tengah. Apabila jarum tidak bergerak maka trafo dalam keadaan baik, menandakan tidak adanya korsleting gulungan dengan body trafo.